Tim Peneliti Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Cenderawasih Melaksanakan Eksplorasi Pisang Liar (Musa spp.) di Hutan Primer Kampung Ubiyau, Kabupaten Keerom

Tim Peneliti Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Cenderawasih Melaksanakan Eksplorasi Pisang Liar (Musa spp.) di Hutan Primer Kampung Ubiyau, Kabupaten Keerom

Jayapura – Tim peneliti Jurusan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Cenderawasih melaksanakan kegiatan eksplorasi pisang liar pada 29 Juli 2026 di Kampung Ubiyau, Kabupaten Keerom, Papua. Kegiatan lapangan ini merupakan bagian dari Penelitian Fundamental Reguler BIMA Tahun Anggaran 2026 yang berjudul Analisis Keragaman dan Identifikasi Pisang Lokal Sentani (Musaspp.) sebagai Sumber Daya Genetik Pangan Berdasarkan Penanda DNA Barcoding.

Kegiatan eksplorasi dilaksanakan oleh Prof. Dr. Lisye Iriana Zebua, M.Si., Dra. Supeni Sufaati, M.Sc., Dra. Daawia, M.Sc., Ferdinanda Dogopia, dan Alvonsius S.S.A. Dogopia, dengan tujuan mendokumentasikan keberadaan pisang liar yang tumbuh secara alami di kawasan hutan primer serta mengidentifikasi karakter morfologi yang berpotensi penting bagi kajian sistematika, konservasi, dan domestikasi pisang Papua. Tim melakukan penelusuran kawasan hutan primer dan pengamatan langsung terhadap individu-individu pisang yang ditemukan di habitat alaminya.

Selain melakukan dokumentasi morfologi, tim peneliti juga mengumpulkan sampel akar untuk analisis Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) yang bersimbiosis dengan akar pisang liar. FMA berperan penting dalam meningkatkan penyerapan unsur hara, terutama fosfor (P), sehingga mendukung pertumbuhan dan kemampuan adaptasi tanaman di lingkungan alaminya.

Hasil eksplorasi menunjukkan adanya tiga jenis pisang liar (Musa spp.) yang tumbuh secara alami di kawasan hutan primer. Ketiga jenis tersebut memiliki karakteristik buah berbiji dalam jumlah sangat banyak sehingga tidak dapat dikonsumsi. Karakter tersebut mengindikasikan bahwa populasi tersebut kemungkinan merupakan pisang liar asli Papua yang masih mempertahankan sifat reproduksi seksualnya. Keberadaan pisang berbiji memiliki nilai ilmiah yang penting karena berpotensi menjadi sumber plasma nutfah untuk penelitian evolusi, filogeni, dan pemuliaan pisang.

Salah satu temuan yang paling menarik adalah ditemukannya satu jenis pisang dengan arah pertumbuhan buah mengarah ke bawah (geotropisme positif). Fenomena ini berbeda dengan sebagian besar pisang budidaya yang umumnya menunjukkan gravitropisme negatif, yaitu buah melengkung dan tumbuh ke arah atas. Individu pisang tersebut memiliki tinggi sekitar ±15 meter, jauh lebih tinggi dibandingkan sebagian besar tanaman pisang budidaya, serta tumbuh pada kawasan hutan primer yang masih relatif utuh.

Temuan tersebut mengindikasikan adanya karakter morfologi dan fisiologi yang khas yang diduga berkaitan dengan faktor genetik, adaptasi terhadap lingkungan hutan, posisi tandan, distribusi hormon pertumbuhan, atau bahkan kemungkinan bahwa spesies tersebut termasuk kelompok pisang liar yang belum banyak terdokumentasi secara ilmiah.

Dari aspek ekologi, keberadaan pisang liar di hutan primer Kampung Ubiyau menunjukkan bahwa kawasan tersebut memiliki nilai penting sebagai habitat alami sekaligus pusat konservasi plasma nutfah Musa spp. di Papua. Karakter buah berbiji, ukuran tanaman yang tinggi, serta orientasi pertumbuhan buah yang tidak lazim memberikan informasi penting mengenai evolusi pisang, hubungan kekerabatan dengan spesies Musa lainnya, serta bentuk adaptasi morfologi terhadap ekosistem hutan hujan tropis Papua.

Kegiatan eksplorasi ini menghasilkan data awal berupa dokumentasi habitat, tinggi tanaman, karakter tandan, arah pertumbuhan buah, keberadaan biji pada buah, serta sampel akar untuk analisis Fungi Mikoriza Arbuskula. Data tersebut akan menjadi dasar penelitian lanjutan yang mencakup identifikasi taksonomi, karakterisasi morfologi secara komprehensif, analisis molekuler menggunakan teknik DNA barcoding, serta kajian gravitropisme buah pada pisang liar Papua. Melalui penelitian ini diharapkan identitas spesies, status konservasi, dan potensi pemanfaatan plasma nutfah pisang liar dari Kampung Ubiyau dapat terungkap secara ilmiah. Hasil penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian keanekaragaman hayati Papua, penguatan basis data sumber daya genetik pangan lokal, serta memperkuat peran Universitas Cenderawasih dalam pengembangan riset biodiversitas Papua yang berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.