Dosen FMIPA UNCEN Berdayakan Istri Nelayan melalui Pelatihan Pembuatan Green Fish Siomay di Dok 9 Tanjung Ria

Dosen FMIPA UNCEN Berdayakan Istri Nelayan melalui Pelatihan Pembuatan Green Fish Siomay di Dok 9 Tanjung Ria

Jayapura, 11 Juli 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih melaksanakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan Green Fish Siomay berbahan dasar ikan tuna dan daun kelor bagi kelompok istri-istri nelayan pancing ulur di Dok 9, Kelurahan Tanjung Ria, Kota Jayapura.

Kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Istri-Istri Nelayan Pancing Ulur dalam Pembuatan Green Fish Siomay dalam Peningkatan Ekonomi di Dok 9 Tanjung Ria Kota Jayapura” ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui PNBP Universitas Cenderawasih Tahun 2026. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan peluang usaha keluarga nelayan melalui pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dan bergizi.

Kegiatan pengabdian diketuai oleh Liyatin Gea, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Perikanan FMIPA UNCEN, dengan anggota tim Dr. Drs. Maklon Warpur, M.Si., Lenora Vonny Soumilena, dan Pikyelki Ikolong Kasipmabin. Tim memberikan edukasi dan pendampingan mengenai pengolahan ikan tuna, penggunaan daun kelor, teknik pengemasan, serta pengelolaan usaha sederhana.

Pelaksanaan kegiatan turut dibantu oleh sejumlah dosen lintas program studi dan fakultas di lingkungan Universitas Cenderawasih, yaitu Hardi Hamzah, S.Pd., M.Si., dosen Program Studi Fisika; Lolita Tuhumena, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Ilmu Perikanan; Nada Pratiwi Papriani, M.Si., dosen Program Studi Kimia; serta Deppa Ringgi, M.H., dosen Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih.

Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa, yaitu Rachmadani Octalia Susilowati dari Program Studi Fisika dan Moh. Nur Hafis Udin dari Program Studi Ilmu Perikanan. Para dosen dan mahasiswa pendukung berperan dalam membantu dokumentasi kegiatan, administrasi, penyiapan perlengkapan, serta berbagai kebutuhan teknis selama pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Ketua tim pengabdian, Liyatin Gea, menjelaskan bahwa sebagian besar hasil tangkapan ikan tuna nelayan di wilayah tersebut selama ini masih dijual dalam keadaan segar. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi yang diperoleh keluarga nelayan belum optimal.

Melalui pelatihan ini, para istri nelayan diperkenalkan pada inovasi pengolahan ikan tuna menjadi Green Fish Siomay dengan penambahan daun kelor. Produk tersebut diharapkan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi sekaligus menjadi alternatif pangan bergizi bagi keluarga dan masyarakat.

“Pemanfaatan ikan tuna dan daun kelor menjadi Green Fish Siomay diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi keluarga, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi ibu-ibu nelayan sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan rumah tangga,” jelasnya.

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai kandungan gizi ikan tuna, manfaat daun kelor, serta peluang diversifikasi produk hasil perikanan. Peserta kemudian mengikuti praktik langsung pembuatan Green Fish Siomay, mulai dari penyiapan bahan, pencampuran adonan, pembentukan produk, pengukusan, hingga proses pendinginan dan pengemasan.

Dalam proses pembuatan, daging ikan tuna dipadukan dengan tepung tapioka, tepung maizena, labu siam, daun bawang, bumbu, dan daun kelor. Penambahan daun kelor dimaksudkan untuk memperkaya kandungan gizi sekaligus memberikan karakteristik warna hijau alami pada produk.

Selain keterampilan produksi, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai teknik pengemasan yang higienis, penggunaan kemasan kedap udara, pemasangan label produk, serta pengembangan produk beku atau frozen food. Langkah tersebut penting untuk membantu menjaga mutu produk dan memperpanjang masa simpannya.

Materi manajemen usaha juga diberikan kepada peserta, meliputi pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, pencatatan pemasukan dan pengeluaran, pengumpulan nota pembelian bahan baku, perhitungan harga pokok produksi, serta strategi pemasaran langsung maupun melalui media sosial dan WhatsApp.

Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif, sehingga peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan produk. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri peserta untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Kegiatan berlangsung dengan antusias. Para peserta aktif mengikuti penyampaian materi, berdiskusi, serta mempraktikkan secara langsung proses pembuatan siomay ikan tuna dengan penambahan daun kelor.

Melalui kegiatan ini, FMIPA Universitas Cenderawasih menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang berbasis potensi sumber daya lokal dan kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Program ini diharapkan dapat mendorong terbentuknya usaha produktif kelompok istri nelayan, meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan ikan tuna, memperkuat ekonomi rumah tangga nelayan, serta mendukung pengembangan produk pangan lokal yang sehat, bergizi, dan berkelanjutan di Kota Jayapura.

Leave a Reply

Your email address will not be published.