Jayapura – Hidup dengan kekurangan (tuli dan bisu) bukan menjadi halangan bagi Dwiky Gilang  Mahulette. Meski menyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara, Gilang tidak pernah kehilangan semangat menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi. Saat ini, Gilang tengah menempuh Program Sarjana Sistem Informasi di FMIPA Uncen dan baru saja menjalani Sidang Skripsi, Senin, 27 Januari 2020.

Kala mengikuti sidang skripsi, Gilang pun melakukan presentasi seperti mahasiswa lain pada umumnya. Pada presentasinya Ia di bantu oleh Assa, seseorang yang dapat menerjemahkan bahasa isyarat sembari menampilkan power point untuk memudahkan dosen penguji memahami apa yang tengah disampaikan.  Judul skripsi yang di bawakan ialah  Aplikasi Belajar Bahasa Isyarat Berbasis WEB.  Pada sesi tanya jawab, Gilang dibantu oleh Assa untuk menerjemahakan pertanyaan dari bapak/ibu penguji menggunakan bahasa isyarat dan kemudian gilang menjawab pertanyaan tersebut dengan menggunakan slide atau menampilkan aplikasi yang telah dibuat. Selain itu, dosen penguji langsung memberi masukan pada draft proposal yang dibagikan pada dosen penguji. Sidang skripsi dimulai pada jam 09.00 WIT dan dihadiri oleh 5 orang dosen, 2 diantaranya adalah dosen pembimbing dari mahasiswa tersebut.  

Presentai Gilang

Semangat dan kerja kerasnya dapat menjadi motifasi untuk mahasiswa lainnya agar tidak patah semangat dalam menyelesaikan skripsi/tugas akhir demi memperoleh gelar Sarjana.

“Bila Kamu Menyapa Aku dan Aku Tak Bisa Berkata Apapun, Maaf Aku Bukan Tak Menghargaimu Tapi Karena Aku Tak Sesempurna Dirimu”

@dt

(R.Erlies)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.