Jayapura – Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Cenderawasih menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang terdiri atas Webinar Nasional bertajuk “Konservasi Ekosistem Danau Sentani: Menjaga Keanekaragaman Hayati di Tengah Perubahan Lingkungan dalam Perspektif Akademisi, Peneliti, dan Pengambil Kebijakan” pada tanggal 2 Juni 2026 serta Focus Group Discussion (FGD) Para Ahli dengan tema “Dari Dialog ke Aksi: Merumuskan Langkah Konservasi dan Penyelamatan Ekosistem Danau Sentani – Menjaga Danau Sentani untuk Generasi Sekarang dan Masa yang Akan Datang” pada tanggal 24 Juni 2026 Kedua kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun sinergi antara akademisi, peneliti, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi konservasi yang komprehensif dan berkelanjutan bagi Danau Sentani.

Webinar Nasional dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Cenderawasih, Dr. Dirk Y. P. Runtuboi, M.Kes. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang mengangkat isu strategis mengenai pelestarian Danau Sentani sebagai salah satu ekosistem perairan darat terpenting di Papua. Beliau menekankan bahwa keberhasilan upaya konservasi memerlukan kolaborasi yang erat antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar keberlanjutan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati Danau Sentani dapat terus terjaga.
Sesi webinar menghadirkan tiga narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang konservasi ekosistem perairan. Narasumber pertama, Prof. Dr. Ir. Gadis Sri Haryani, Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), memaparkan profil ekosistem Danau Sentani, potensi keanekaragaman hayati yang dimiliki, serta berbagai tantangan dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan. Beliau menegaskan bahwa penelitian ilmiah menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan konservasi yang efektif dan berkelanjutan.
Narasumber kedua, Dave H.I. Muchaimin, S.T., M.Eng.Sc., Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, menyampaikan materi mengenai kondisi hidrologi Danau Sentani, tantangan pengelolaan daerah tangkapan air, serta berbagai program konservasi dan rehabilitasi lingkungan yang telah dan sedang dilaksanakan pemerintah. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga fungsi ekologis Danau Sentani.
Selanjutnya, narasumber ketiga, Dr.rer.nat. Henderite L. Ohee, M.Si., akademisi Universitas Cenderawasih sekaligus peneliti ekosistem Danau Sentani, memaparkan berbagai tekanan yang dihadapi Danau Sentani, mulai dari perubahan penggunaan lahan, sedimentasi, pencemaran, peningkatan aktivitas antropogenik, hingga dampak perubahan iklim. Menurut beliau, konservasi Danau Sentani memerlukan pendekatan yang terintegrasi melalui penelitian, pendidikan, kebijakan, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Setelah seluruh narasumber menyampaikan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Webinar nasional ini diikuti oleh 177 peserta yang terdiri atas dosen , mahasiswa, peneliti, pemerintah, dan masyarakat umum dari berbagai daerah di Indonesia. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya diskusi yang menghasilkan berbagai pertanyaan, tanggapan, serta masukan konstruktif mengenai tantangan dan strategi konservasi Danau Sentani.
Dalam wawancara terpisah, Dr.rer.nat. Henderite L. Ohee, M.Si. menjelaskan bahwa penyelenggaraan webinar nasional bertujuan menghimpun data, informasi, gagasan, dan berbagai perspektif dari akademisi, peneliti, pemerintah, serta masyarakat sebagai dasar dalam menyusun rekomendasi konservasi Danau Sentani yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Berbagai masukan yang diperoleh selama webinar diharapkan menjadi kontribusi ilmiah dalam mendukung pelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati Danau Sentani.
Menutup rangkaian Webinar Nasional, Dr.rer.nat. Henderite L. Ohee, M.Si. menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh narasumber atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan, kepada seluruh peserta atas partisipasi aktif dalam diskusi, kepada panitia pelaksana atas dedikasi dalam menyukseskan kegiatan, serta kepada civitas akademika FMIPA Universitas Cenderawasih dan pimpinan Universitas Cenderawasih atas dukungan yang diberikan. Beliau berharap hasil webinar nasional ini dapat menjadi pijakan dalam merumuskan rekomendasi serta aksi nyata konservasi Danau Sentani yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
Sebagai tindak lanjut dari berbagai gagasan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam Webinar Nasional, FMIPA Universitas Cenderawasih menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Para Ahli dengan tema “Dari Dialog ke Aksi: Merumuskan Langkah Konservasi dan Penyelamatan Ekosistem Danau Sentani – Menjaga Danau Sentani untuk Generasi Sekarang dan Masa yang Akan Datang.” FGD ini menjadi forum strategis untuk menerjemahkan hasil dialog menjadi rumusan langkah-langkah konkret yang dapat mendukung konservasi Danau Sentani secara berkelanjutan.

Dalam FGD tersebut, para akademisi, peneliti, pemerintah, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya mengidentifikasi berbagai persoalan prioritas yang dihadapi Danau Sentani, di antaranya penurunan kualitas air, sedimentasi, alih fungsi lahan pada daerah tangkapan air, pencemaran, serta menurunnya keanekaragaman hayati. Berbagai isu tersebut dibahas secara komprehensif melalui pendekatan multidisiplin dengan mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat adat dalam upaya pelestarian danau.
Melalui diskusi yang konstruktif, FGD menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kolaborasi antarinstansi, peningkatan kegiatan penelitian dan pemantauan lingkungan secara berkelanjutan, penguatan edukasi dan pemberdayaan masyarakat, rehabilitasi kawasan yang mengalami degradasi, serta penyusunan program konservasi berbasis data ilmiah. Rekomendasi tersebut diharapkan menjadi acuan bagi pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan maupun melaksanakan program konservasi Danau Sentani secara terpadu dan berkelanjutan. Rangkaian Webinar Nasional dan Focus Group Discussion ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat upaya konservasi Danau Sentani melalui kolaborasi lintas sektor. Semangat “Dari Dialog ke Aksi” menjadi pengingat bahwa berbagai gagasan dan rekomendasi yang telah dirumuskan harus diwujudkan dalam langkah-langkah nyata yang memberikan dampak bagi kelestarian Danau Sentani, sebagai salah satu ekosistem perairan darat yang memiliki nilai ekologis, sosial, budaya, dan ekonomi yang tinggi. Danau Sentani merupakan warisan berharga yang harus dijaga bersama demi keberlanjutan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat, baik untuk generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.
Leave a Reply